Kini, Yancoal Australia sepakat membeli 80 persen saham tambang batu bara metalurgi Kestrel di Queensland, Australia, dengan nilai transaksi hingga USD2,4 miliar atau sekitar Rp40,8 triliun (asumsi kurs Rp17.000 per USD).
Menurut catatan Dow Jones Newswires, nilai ini lebih tinggi dibanding harga akuisisi awal sebesar USD2,25 miliar saat aset tersebut dibeli dari Rio Tinto.
Dalam pernyataan resmi ke bursa Australia, Yancoal, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Yankuang Energy Group dari China, menyebut akan mengakuisisi saham tersebut dari EMR Capital dan Adaro Capital, unit usaha milik AADI.
Transaksi mencakup pembayaran tunai awal sebesar USD1,85 miliar saat penyelesaian, yang ditargetkan rampung pada akhir kuartal III-2026.
Selain itu, terdapat tambahan pembayaran hingga USD550 juta dalam lima tahun, yang disesuaikan dengan rata-rata harga acuan batu bara.