Tambang Kestrel yang berlokasi di Bowen Basin, Queensland, merupakan salah satu tambang batu bara metalurgi bawah tanah terbesar di Australia. Produksinya sebagian besar dipasarkan ke industri baja di kawasan Asia.
Chief Executive Officer (CEO) Yancoal, Sharif Burra, menyebut akuisisi ini sebagai langkah strategis yang akan memperbesar skala usaha dan mendiversifikasi portofolio perseroan, terutama dengan menambah porsi batu bara metalurgi di tengah dominasi batu bara termal untuk pembangkit listrik.
“Langkah ini memperkuat posisi Yancoal sebagai produsen batu bara terkemuka di Australia sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” ujarnya, dikutip Dow Jones Newswires, Rabu (15/4/2026).
Yancoal berencana mendanai akuisisi melalui kas internal, fasilitas pinjaman sebesar USD1,2 miliar, serta arus kas dari bisnis yang telah diperluas.
Sebagai informasi, Mitsui & Co. asal Jepang masih memegang sisa 20 persen saham tambang tersebut. (Aldo Fernando)