UU Cipta Kerja Dinilai Positif, Fitch Rating Percaya Investasi di RI Akan Meningkat

Market News
Shifa Nurhaliza
Kamis, 15 Oktober 2020 11:00 WIB
Fitch Ratings merespon positif dengan adanya Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI pada 5 Oktober 2020.
UU Cipta Kerja Dinilai Positif, Fitch Rating Percaya Investasi di RI Akan Meningkat. (Foto: Ist)

IDXChannel - Fitch Ratings merespon positif dengan adanya Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI pada 5 Oktober 2020. Fitch Ratings menilai bahwa UU tersebut dapat peningkatan secara signifikan iklim bisnis dan langkah maju untuk fleksibilitas tenaga kerja yang semestinya, serta meningkatkan negara daya saing internasional, asalkan perubahan diterapkan dengan baik.

“Undang-undang baru, yang cakupannya luas, akan membantu mengurangi hambatan jangka panjang dalam menjalankan bisnis di Indonesia dengan mengurangi birokrasi, menyederhanakan proses pembebasan lahan, mengurangi pembatasan investasi asing, melonggarkan undang-undang ketenagakerjaan dan memberikan lebih banyak insentif ke zona perdagangan bebas. Peringkat Indonesia untuk Kemudahan Berbisnis telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi berada di peringkat 73 dari 190 negara pada tahun 2020, masih di bawah median untuk negara-negara 'BBB',” tertulis dalam laman resmi Fitch Ratings, Rabu (14/10/2020).

Reformasi tersebut akan menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih baik untuk memanfaatkan perubahan dalam rantai pasokan manufaktur global. Banyak perusahaan multinasional sedang menjajaki peluang untuk mendiversifikasi rantai pasokan, termasuk pergeseran dalam beberapa kasus dari Tiongkok sebagai akibat dari kenaikan biaya tenaga kerja di pasar tersebut dan ketidakpastian yang diciptakan oleh ketegangan perdagangan AS-Tiongkok.

“Beberapa telah merelokasi operasinya ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, tetapi lingkungan bisnis lokal mungkin telah menjadi penghalang minat investor. Kami percaya bahwa undang-undang tersebut akan mendukung prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia. Semua hal lainnya sama, pertumbuhan yang lebih cepat akan berdampak positif pada metrik utang publik negara, meningkatkan arus masuk fiskal dan mengurangi rasio utang terhadap PDB,” tulis keterangan tersebut.

Selanjutnya, mungkin yang lebih penting yakni potensi peningkatan ekspor manufaktur dan arus masuk FDI Indonesia dapat membuat negara ini tidak terlalu bergantung pada ekspor komoditas dan aliran portofolio untuk membiayai defisit neraca berjalannya.


“Meskipun demikian, dampak dari paket reformasi tersebut akan membutuhkan waktu untuk dirasakan. Mereka juga tidak mungkin dengan sendirinya mendorong perubahan dalam waktu dekat pada peringkat 'BBB' Indonesia, yang kami tegaskan dengan Outlook Stabil pada bulan Agustus,” dikutip dari keterangan Fitch Ratings.

Baca Juga