AALI
7950
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1270
ACES
1315
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2400
ADHI
675
ADMF
7700
ADMG
218
ADRO
1350
AGAR
398
AGII
1770
AGRO
2380
AGRO-R
0
AGRS
262
AHAP
59
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3600
AKSI
420
ALDO
625
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/08/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.85
0.15%
+0.67
IHSG
6066.42
-0.06%
-3.62
LQ45
824.49
0.18%
+1.45
HSI
25956.22
-0.02%
-4.81
N225
27761.68
1.75%
+478.09
NYSE
16602.29
-0.57%
-94.85
Kurs
HKD/IDR 1,859
USD/IDR 14,460
Emas
844,281 / gram

Vale Indonesia Cetak Laba Bersih USD33,69 Juta di Kuartal I-2021

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Selasa, 27 April 2021 09:47 WIB
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal I-2021.
Vale Indonesia Cetak Laba Bersih USD33,69 Juta di Kuartal I-2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar 33,69 juta dolar AS atau lebih tinggi 16,35 persen dibanding 31 Maret 2020 sebesar 28,95 juta dolar AS.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar 206,55 juta dolar AS atau naik 18,26 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 174,65 juta dolar AS, dengan laba per saham dasar 0,0034 dolar AS.

Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas penjualan kepada VCL dan penjualan kepada Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM). Penjualan kepada VCL tercatat 165,19 juta dolar AS atau lebih tinggi dari sebelumnya 139,83 juta dolar AS dan penjualan kepada SMM tercatat 41,36 juta dolar AS atau lebih tinggi dari sebelumnya 34,82 juta dolar AS.

CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia, Nico Kanter mengatakan, Perseroan mencatat penjualan lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun 2020 dan kuartal I-2020, yang disebabkan oleh harga realisasi rata-rata yang lebih tinggi. Harga realisasi rata-rata yang lebih tinggi pada kuartal I-2021 tersebut mengimbangi penurunan tingkat penjualan selama triwulan tersebut. 

“Kami diuntungkan oleh adanya kenaikan harga nikel pada triwulan pertama tahun ini, di saat kami juga berhasil mengendalikan biaya operasi kami di tengah kenaikan harga bahan bakar dan batu bara,” ujar Nico dalam keterangan tertulis, Selasa (27/4/2021).

INCO mencatatkan adanya kenaikan beban pokok pendapatan di kuartal I-2021 menjadi 154,81 juta dolar AS dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 154,17 juta dolar AS. Sementara itu, beban usaha menurun menjadi 1,08 juta dolar AS dari sebelumnya 1,60 juta dolar AS.

Vale Indonesia mencatatkan liabilitas sebesar 272,82 juta dolar AS dan ekuitas 2,05 miliar dolar AS. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi 2,32 miliar dolar AS dibanding tahun 2020 sebesar 2,31 miliar dolar AS. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD