Selain nilai tukar, musim laporan keuangan kuartal II-2026 akan menjadi ujian berikutnya bagi pasar.
Dengan valuasi yang saat ini sudah memperhitungkan skenario pelemahan ekonomi yang cukup berat, kinerja emiten pada periode tersebut akan menjadi penentu arah IHSG.
DBS hanya memangkas tipis proyeksi pertumbuhan laba bersih perusahaan di 2026 menjadi 7,5 persen secara tahunan dari sebelumnya 7,8 persen. Revisi tersebut mencerminkan fundamental korporasi yang masih relatif kuat meski menghadapi tekanan makroekonomi.
William menyebut sektor perbankan, sejumlah saham konsumer, serta produsen komoditas masih menunjukkan ketahanan kinerja.
Dengan tingkat valuasi saat ini, risiko penurunan dinilai lebih terbatas, sementara kejutan positif dari laporan keuangan berpotensi mendorong kenaikan valuasi pasar.