Volume kargo yang diangkut juga turun dari 5,07 juta metrik ton menjadi 4,34 juta metrik ton (MT). Adapun 61,05 persen volume kargo perseroan diangkut menggunakan armada milik sendiri (ownship).
Secara kuartalan, pendapatan perseroan per kuartal II meningkat 28,57 persen menjadi Rp209,45 miliar dibandingkan Rp162,90 miliar pada kuartal I
2026. Laba bersih kuartal II juga meningkat menjadi sekitar Rp15,67 miliar, dibandingkan Rp3,14 miliar pada kuartal sebelumnya.
Hingga akhir Juni 2026, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai Rp72,23 miliar, meningkat sekitar 6,30 persen dibandingkan Rp67,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kemampuan menghasilkan arus kas merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga kualitas kinerja. Di tengah penyesuaian pendapatan, arus kas operasi justru tetap tumbuh. Hal ini memberikan ruang bagi Perseroan untuk tetap menjalankan kebutuhan operasional dan investasi secara terukur, sekaligus menjaga fleksibilitas keuangan,” tutur Rickie.
Per akhir Juni 2026, total aset perseroan mencapai sekitar Rp1,58 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp831,55 miliar, dan liabilitas Rp747,99 miliar.
(DESI ANGRIANI)