Perhatian kini tertuju pada data non-farm payrolls (data ketenagakerjaan di luar sektor pertanian) AS untuk Oktober yang akan dirilis pada Jumat. Saat ini, para pelaku pasar memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga bulan depan, menyusul kenaikan yang telah dilakukan pada September.
Di antara saham-saham lainnya, Snap, perusahaan induk Snapchat—anjlok 12 persen setelah pendapatan kuartal ketiganya meleset dari perkiraan. Sebaliknya, saham AppLovin melonjak 32 persen setelah platform pemasaran tersebut mencatatkan laba kuartal III yang melampaui ekspektasi.
Di bursa NYSE, jumlah saham yang turun melampaui jumlah saham yang naik dengan rasio 1,36 banding 1, sementara di Nasdaq, rasio tersebut mencapai 2,17 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 69 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir dan 3 saham mencapai level terendah baru, sedangkan indeks Nasdaq Composite mencatat 132 saham mencapai level tertinggi baru dan 247 saham mencapai level terendah baru.
(Dhera Arizona)