Data tersebut menyusul data inflasi yang relatif terkendali pada awal pekan ini, yang meredakan kekhawatiran mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September.
Perkembangan di Timur Tengah juga menjadi perhatian setelah lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz tampak hampir terhenti menyusul serangan terhadap dua kapal lainnya. AS juga mengatakan dapat mempertahankan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu.
Saham yang menguat lebih banyak dibandingkan saham yang turun dengan rasio 1,45 banding 1 di NYSE dan 1,02 banding 1 di Nasdaq.
S&P 500 mencatat sembilan saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu saham yang mencapai level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 49 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 32 saham yang mencapai level terendah baru.
(NIA DEVIYANA)