sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Dekati Rekor di Tengah Melemahnya Harga Minyak Dunia

Market news editor Rahmat Fiansyah
07/05/2026 22:01 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak variatif namun tetap bertahan di dekat rekor tertinggi pada perdagangan Kamis (7/5/2026).
Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak variatif namun tetap bertahan di dekat rekor tertinggi pada perdagangan Kamis (7/5/2026). (Foto: Freepik)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak variatif namun tetap bertahan di dekat rekor tertinggi pada perdagangan Kamis (7/5/2026). (Foto: Freepik)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak variatif namun tetap bertahan di dekat rekor tertinggi pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Kondisi ini terjadi di tengah penurunan harga minyak dunia yang dipicu harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran. 

Dilansir AP, indeks S&P 500 naik 0,1 persen dan bertahan di level tertinggi sepanjang masa yang dicapai sehari sebelumnya. Dow Jones Industrial Average menguat 193 poin, sedangkan Nasdaq Composite naik tipis 0,1 persen. 

Pasar menanti perkembangan negosiasi antara AS dan Iran yang berpotensi membuka kembali jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz. Pembukaan jalur tersebut dinilai dapat memperlancar distribusi minyak global sekaligus meredakan tekanan inflasi dunia. 

Harga minyak pun kembali melemah. Minyak mentah AS turun USD3,23 menjadi USD91,85 per barel, sedangkan Brent melemah USD3,30 menjadi USD97,97 per barel. 

Di sisi lain, kinerja emiten menjadi perhatian investor. Saham DoorDash melonjak lebih dari 10 persen setelah perusahaan melaporkan laba yang melampaui ekspektasi pasar, ditopang kenaikan pendapatan sebesar 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
 
Sementara itu, saham Whirlpool anjlok 18 persen usai membukukan kerugian tak terduga pada kuartal terbaru. Perusahaan peralatan rumah tangga tersebut juga mengumumkan kenaikan harga minimal 10 persen untuk sejumlah produknya. 

Whirlpool menyebut kondisi ekonomi makro memburuk cepat akibat perang di Iran. Perusahaan berencana menerapkan kenaikan harga untuk memulihkan margin di tengah memburuknya kondisi makroekonomi dalam beberapa bulan terakhir.

Di Asia, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak hampir 6 persen ke level rekor 63.086,00 setelah pasar Tokyo kembali dibuka usai libur Golden Week. Kenaikan dipicu aksi beli saham teknologi dan semikonduktor yang terdorong tren kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

“Saya pikir ini semacam bubble karena aktivitas beli terkonsentrasi pada saham AI dan semikonduktor,” ujar Kepala Strategi MONEX, Takashi Hiroki. 

Pasar saham Asia lainnya juga menguat. Hang Seng Hong Kong naik 1,7 persen, Kospi Korea Selatan bertambah 1,4 persen, sementara indeks Taiex Taiwan menguat 1,9 persen didorong kenaikan saham TSMC sebesar 3,1 persen. 

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement