IDXChannel - Laba Shell melampaui perkiraan pada kuartal I-2026, mencapai USD6,9 miliar atau sekitar Rp119 triliun.
Dilansir dari The Business Times pada Kamis (7/5/2026), angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam dua tahun terakhir
Pencapaian tersebut didorong oleh lonjakan harga minyak akibat perang di Timur Tengah. Perusahaan juga mengumumkan rencana menaikkan dividen sebesar 5 persen.
Di saat yang bersamaan, bank tersebut akan memperlambat program pembelian kembali atau buyback saham triwulanan menjadi USD3 miliar (Rp51,94 triliun) dari USD3,5 miliar (Rp60,6 triliun).
Hal ini untuk mengatasi risiko kekurangan likuiditas jangka pendek. Gangguan pasokan energi terkait perang di Timur Tengah meningkatkan utang perusahaan.