sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Melemah di Tengah Sentimen AI dan Arah Kebijakan The Fed

Market news editor Rahmat Fiansyah
09/02/2026 22:10 WIB
Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Senin (9/2/2026), setelah saham-saham teknologi tertekan sepekan terakhir.
Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Senin (9/2/2026), setelah saham-saham teknologi tertekan sepekan terakhir. (Foto: AP)
Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Senin (9/2/2026), setelah saham-saham teknologi tertekan sepekan terakhir. (Foto: AP)

“Setelah pekan lalu berjalan sangat fluktuatif, rebound yang terjadi pada Jumat belum terlihat sebagai awal pembalikan tren yang berkelanjutan. Jadi saya tidak terkejut melihat kontrak berjangka kembali turun pagi ini,” ujar Analis Pasar Senior Swissquote Bank, Ipek Ozkardeskaya dikutip dari Reuters.

Dari sisi data ekonomi, perhatian investor pekan ini tertuju pada laporan nonfarm payrolls Januari yang dijadwalkan rilis Rabu, serta indeks harga konsumen (CPI) Januari pada Jumat. Kedua data tersebut dinilai krusial dalam menentukan waktu pemangkasan suku bunga The Fed.

Pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini terjadi pada Juni, berdasarkan CME Group FedWatch Tool. Momentum tersebut berpotensi bertepatan dengan pergantian pucuk pimpinan The Fed.

Sementara itu, saham Eli Lilly menguat sekitar 2 persen setelah perusahaan telehealth Hims & Hers membatalkan peluncuran pil penurun berat badan seharga USD49. Sebaliknya, saham Hims & Hers anjlok 20 persen usai digugat Novo Nordisk terkait dugaan pelanggaran paten.

Dari musim laporan keuangan, sekitar 77 persen dari 293 emiten S&P 500 yang telah merilis kinerja kuartalan berhasil melampaui ekspektasi analis, di atas rata-rata jangka panjang sebesar 67 persen.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement