sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Melemah, Terseret Sentimen Konflik di Timur Tengah

Market news editor Rahmat Fiansyah
09/03/2026 21:58 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Senin (9/3/2026).
Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Senin (9/3/2026). (Foto: AP)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Senin (9/3/2026). (Foto: AP)

Dia menambahkan dampak ekonomi berpotensi semakin besar jika konflik berlangsung lama. “Semakin lama situasi ini berlangsung, semakin besar dampaknya terhadap ekonomi dan semakin sulit untuk pulih,” ujarnya.

Di sisi lain, harga minyak mulai memangkas kenaikan setelah muncul laporan bahwa negara-negara ekonomi besar tengah mempertimbangkan langkah bersama untuk meredam lonjakan harga energi. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan negara-negara G7 akan membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak darurat.

Meski sempat melonjak tajam, harga Brent kemudian turun ke sekitar USD102,18 per barel pada sesi pagi. Namun angka tersebut masih sekitar 10,2 persen lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan Jumat.

Dari sisi sektoral, saham perusahaan perjalanan menjadi yang paling terpukul. Saham Carnival Corp anjlok sekitar 7,3 persen dan Royal Caribbean Cruises turun 6,3 persen. Saham bank besar juga tertekan dengan Morgan Stanley turun 2,3 persen dan Citigroup melemah 3 persen.

Sebaliknya, saham sektor pertahanan bergerak naik. Saham Smith & Wesson dan Kratos Defense & Security Solutions masing-masing menguat sekitar 2 persen, sementara saham perusahaan tambang seperti Endeavour Silver dan Barrick Gold justru turun lebih dari 4 persen.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement