sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Menguat, Pasar Nantikan IPO Anthropic dan Laporan Big Tech

Market news editor Desi Angriani
26/10/2026 21:38 WIB
Bursa AS menguat didorong perhatian investor terhadap rencana IPO perusahaan kecerdasan buatan Anthropic.
Wall Street Dibuka Menguat, Pasar Nantikan IPO Anthropic dan Laporan Big Tech (Foto: dok AP)
Wall Street Dibuka Menguat, Pasar Nantikan IPO Anthropic dan Laporan Big Tech (Foto: dok AP)

IDXChannel - Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Senin (26/10/2026) waktu setempat didorong perhatian investor terhadap rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) perusahaan kecerdasan buatan Anthropic. 

Pelaku pasar juga mencermati keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan laporan keuangan sejumlah perusahaan besar yang dirilis pekan ini.

Melansir Investing, indeks S&P 500 naik 29 poin atau 0,4 persen. Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi menguat 52 poin atau 0,2 persen, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 249 poin atau 0,5 persen.

Penguatan tersebut terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan selama dua pekan berturut-turut. Tekanan terutama datang dari aksi jual saham teknologi dan perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap kecerdasan buatan (AI).

Sebaliknya, Dow Jones relatif tertopang oleh pembelian saham sektor defensif, seperti kesehatan, utilitas, dan industri.

Investor kini mencermati dokumen pengajuan IPO Anthropic, perusahaan pengembang chatbot Claude. Dokumen tersebut memberikan gambaran mengenai ambisi perusahaan dalam mengembangkan bisnis AI, sekaligus menyoroti besarnya biaya yang diperlukan untuk mendukung ekspansi tersebut.

Anthropic mencatat rugi bersih sebesar USD80,7 miliar pada semester I-2026, terutama akibat kenaikan nilai wajar obligasi yang dapat dikonversi menjadi saham perusahaan. Sementara itu, pendapatan perusahaan tercatat sekitar USD16,3 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan Anthropic berpotensi menggelar IPO berskala besar pada akhir tahun ini. Perusahaan tersebut diperkirakan menggunakan kode saham ANT ketika melantai di Bursa.

Sejumlah investor dikabarkan menilai valuasi Anthropic mencapai sekitar USD1,5 triliun. Angka tersebut turun dari perkiraan USD2 triliun sekitar sepekan sebelumnya.

Perkembangan ini kembali menempatkan prospek bisnis AI sebagai perhatian utama pasar, di tengah kekhawatiran investor terhadap kebutuhan pendanaan yang besar untuk membangun infrastruktur AI. Peningkatan utang dan biaya pinjaman yang masih tinggi turut menambah tekanan terhadap saham-saham terkait teknologi.

Laporan Keuangan Big Tech dan Keputusan The Fed

Selain perkembangan Anthropic, investor menantikan laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi berkapitalisasi pasar besar atau megacap untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai prospek bisnis AI.

Alphabet dan Microsoft dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Rabu (28/10/2026), disusul Amazon pada pada Kamis (29/10/2026). Pada Selasa (27/10/2026), investor juga akan mencermati laporan keuangan Visa, Boeing, dan Coca-Cola.

Sementara itu, The Fed dijadwalkan memulai rapat kebijakan moneter selama dua hari pada Selasa. Bank sentral AS tersebut secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pengumuman Rabu.

Pada September, para pembuat kebijakan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023. Meski pejabat The Fed menekankan pentingnya menurunkan inflasi menuju target 2 persen, sebagian di antara mereka menilai kenaikan suku bunga dalam waktu dekat belum mendesak.

Karena itu, perhatian pasar diperkirakan tertuju pada konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh setelah pengumuman kebijakan.

Analis Deutsche Bank menilai pesan kebijakan The Fed kemungkinan tetap bernada hawkish. Menurut mereka, data inflasi terbaru mendukung kemungkinan pengetatan moneter lebih lanjut, meskipun bank sentral memilih menahan suku bunga pada pertemuan pekan ini.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang sekitar 73 persen bahwa Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan terakhir tahun ini pada Desember.

Investor juga menantikan data awal produk domestik bruto (PDB) AS kuartal III-2026 serta indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) September, yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement