sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Menguat Usai Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan

Market news editor Rahmat Fiansyah
18/12/2025 22:05 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (18/12/2025) seiring inflasi yang lebih rendah dari perkiraan.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (18/12/2025) seiring inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. (Foto: Freepik)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (18/12/2025) seiring inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (18/12/2025), seiring pelaku pasar mencermati data inflasi terbaru yang tercatat lebih rendah dari perkiraan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 202 poin atau sekitar 0,4 persen. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,7 persen dan Nasdaq Composite melonjak 1 persen.

Penguatan pasar turut ditopang kinerja saham sektor teknologi, khususnya emiten semikonduktor. Saham Micron Technology melesat 15 persen setelah perusahaan membukukan kinerja kuartal pertama fiskal yang melampaui ekspektasi analis serta menyampaikan proyeksi pendapatan yang solid. Kenaikan tersebut turut menghidupkan kembali sentimen positif pada tema kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dari sisi makroekonomi, Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat mencatat inflasi tahunan indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) berada di level 2,7 persen. Sementara inflasi inti, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, tercatat sebesar 2,6 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi ekonom yang memperkirakan inflasi utama sebesar 3,1 persen dan inflasi inti 3 persen.

Kendati demikian, laporan CPI tersebut dirilis dengan sejumlah keterbatasan data akibat penundaan publikasi pasca penutupan pemerintahan AS sebelumnya. Kondisi ini membuat sebagian ekonom menilai data tersebut belum cukup kuat untuk menjadi sinyal awal tren penurunan inflasi yang berkelanjutan. Meski begitu, pasar merespons positif rilis data tersebut, terlebih setelah klaim pengangguran awal tercatat lebih rendah dari perkiraan. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement