Chief Investment Officer Americas UBS Global Wealth Management, Ulrike Hoffmann-Burchardi, menilai kombinasi kebijakan moneter yang lebih longgar, pertumbuhan ekonomi yang tetap solid, serta perkembangan teknologi AI akan menjadi katalis positif bagi pasar saham.
“Kami meyakini kombinasi pelonggaran kebijakan The Fed, pertumbuhan yang tangguh, serta kemajuan AI akan mendukung pasar ekuitas, baik di Amerika Serikat maupun pasar global,” ujarnya.
Pasar saham sebelumnya sempat tertekan oleh pelemahan saham teknologi. Indeks S&P 500 dan Dow Jones membukukan penurunan selama empat hari beruntun, sementara Nasdaq Composite sempat terkoreksi hampir 2 persen.
Pada perdagangan reguler, saham Oracle merosot lebih dari 5 persen setelah laporan menyebutkan investor utama menarik diri dari proyek pusat data senilai USD10 miliar di Michigan. Sentimen tersebut menekan saham-saham teknologi lainnya, termasuk Broadcom yang turun 4,5 persen, serta Nvidia dan Advanced Micro Devices yang juga melemah.
Sementara itu, Micron Technology optimistis terhadap prospek jangka panjang bisnisnya seiring lonjakan permintaan memori untuk pusat data dan server AI. Manajemen memperkirakan total pasar memori berkecepatan tinggi akan mencapai USD100 miliar pada 2028, dengan pertumbuhan tahunan majemuk sekitar 40 persen.
(Rahmat Fiansyah)