Pelaku pasar kini menantikan musim laporan keuangan emiten yang diyakini dapat menjadi katalis baru bagi pasar, terutama setelah saham semikonduktor dan teknologi mengalami tekanan tajam pekan lalu.
"Saham teknologi memang mengalami periode pelemahan pada Juni, tetapi kondisi itu bisa dengan mudah berbalik saat musim laporan keuangan dimulai," kata Chief Global Market Strategist Invesco, Brian Levitt.
Di sisi lain, sejumlah analis menilai penguatan pasar pada paruh kedua tahun ini masih bergantung pada perkembangan negosiasi untuk mengakhiri konflik AS-Iran. Berdasarkan data LSEG, pelaku pasar kini memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS (The Fed) hingga akhir 2026, berbanding terbalik dengan ekspektasi penurunan suku bunga pada awal tahun.
Investor juga mencermati data lowongan pekerjaan dan kepercayaan konsumen terbaru di AS, serta menunggu pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi ekonomi di Portugal yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa waktu setempat.
Dari sisi sektoral, indeks properti S&P 500 menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,7 persen. Secara keseluruhan, tujuh dari 11 sektor utama di S&P 500 diperdagangkan di zona merah.