Saham perusahaan semikonduktor turut menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat kekhawatiran valuasi yang terlalu tinggi di tengah euforia AI. Saham Micron Technology naik 8,4 persen, Lam Research melonjak 18,3 persen, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) menguat 7,3 persen.
Pergerakan pasar juga mendapat dukungan dari imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang mulai melandai setelah melonjak pada perdagangan sebelumnya. Yield obligasi Treasury AS tenor 10 tahun turun menjadi 4,65 persen dari 4,67 persen, sedangkan tenor 30 tahun bertahan di level 5,20 persen.
Kenaikan yield sebelumnya terjadi setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh belum memberikan sinyal jelas mengenai langkah bank sentral dalam menghadapi inflasi yang masih tinggi. Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dapat membantu menekan inflasi, tetapi juga berpotensi memperlambat ekonomi dan menekan harga aset berisiko.
Data ekonomi terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS melambat lebih besar dari perkiraan ekonom pada musim semi, sementara inflasi masih berada di atas target The Fed meski tidak setinggi ekspektasi sebelumnya.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent turun 1,5 persen menjadi USD86,79 per barel setelah sebelumnya bergerak volatil akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Harga minyak sempat bergerak dari USD72 per barel pada awal bulan hingga mencapai USD102 per barel pekan lalu karena ketidakpastian terkait hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran.
(Rahmat Fiansyah)