sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Menghijau di Tengah Pelemahan Harga Minyak Mentah

Market news editor Rahmat Fiansyah
22/09/2026 21:30 WIB
Wall Street mendekati rekor tertingginya pada perdagangan Selasa (22/9/2026), didorong penurunan harga minyak Brent ke bawah USD100 per barel.
Wall Street mendekati rekor tertingginya pada perdagangan Selasa (22/9/2026), didorong penurunan harga minyak Brent ke bawah USD100 per barel. (Foto: FT)
Wall Street mendekati rekor tertingginya pada perdagangan Selasa (22/9/2026), didorong penurunan harga minyak Brent ke bawah USD100 per barel. (Foto: FT)

IDXChannel - Wall Street mendekati rekor tertingginya pada perdagangan Selasa (22/9/2026), didorong penurunan harga minyak Brent ke bawah USD100 per barel yang meredakan tekanan terhadap pasar saham.

Dikutip dari AP, indeks S&P 500 naik 0,2 persen dan hanya berjarak 0,2 persen dari rekor tertinggi yang dicapai bulan lalu. Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 124 poin atau 0,2 persen, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,4 persen dan mencatat rekor baru.

Penguatan saham terjadi setelah harga minyak mentah Brent turun 1,9 persen menjadi USD98,46 per barel. Harga tersebut turun dari hampir USD110 per barel pada pekan lalu, meski masih jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar USD72 sebelum perang dengan Iran dimulai. Pergerakan harga minyak masih dipengaruhi ketidakpastian mengenai kapan konflik tersebut memungkinkan aliran minyak dari Timur Tengah kembali berjalan normal ke pasar global.

Penurunan harga minyak dalam sepekan terakhir juga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) turun. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di 4,95 persen, sedikit turun dari 4,96 persen pada perdagangan Senin (21/9/2026). Angka tersebut masih jauh di atas level 3,97 persen sebelum perang dengan Iran dimulai. Imbal hasil yang tinggi dapat menekan perekonomian karena meningkatkan biaya pinjaman.

Sejumlah saham perusahaan dengan kebutuhan bahan bakar tinggi menguat seiring penurunan harga minyak berpotensi menekan biaya operasional. Carnival naik 4 persen, sementara American Airlines menguat 2,2 persen.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement