Saham AutoZone naik 2,7 persen setelah peritel suku cadang kendaraan tersebut membukukan laba kuartalan yang lebih tinggi dari ekspektasi analis, meski pendapatannya berada di bawah perkiraan.
CEO AutoZone, Phil Daniele mengatakan, perusahaan menghadapi kondisi penjualan yang sulit pada dua bulan pertama kuartal tersebut, tetapi kinerja membaik setelahnya.
"Ini merupakan lingkungan penjualan yang sulit dalam dua bulan pertama, tetapi membaik setelahnya dan kami merasa berada dalam posisi yang baik untuk mencatat pertumbuhan penjualan pada tahun fiskal mendatang," kata Daniele.
Sementara itu, saham Thor Industries naik 0,9 persen meski prospek bisnisnya masih menghadapi tekanan. CEO Thor Industries Bob Martin mengatakan harga bahan bakar, suku bunga tinggi, dan inflasi yang masih tinggi membebani anggaran konsumen.
Kinerja laba perusahaan menjadi salah satu faktor yang menopang pasar saham AS di tengah harga minyak yang tinggi, inflasi yang masih persisten, serta kekhawatiran mengenai valuasi perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI). Analis FactSet memperkirakan laba perusahaan dalam indeks S&P 500 tumbuh hampir 29 persen pada kuartal ketiga 2026 secara tahunan. Jika terealisasi, pertumbuhan tersebut akan menjadi kuartal ketiga berturut-turut dengan kenaikan laba lebih dari 25 persen.