IDXChannel - Indeks utama Wall Street menguat pada Rabu (25/3/2026). Prospek meredanya konflik di Timur Tengah meredam sebagian kekhawatiran investor terkait gangguan pasokan energi yang berkepanjangan.
Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 565,86 poin atau 1,23 persen menjadi 46.689,92. Sementara itu, S&P 500 naik 76,13 poin atau 1,16 persen menjadi 6.632,50 dan Nasdaq Composite bertambah 319,76 poin atau 1,47 persen menjadi 22.081,66.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters, bahwa Pakistan telah menyampaikan proposal dari Amerika Serikat (AS) kepada Iran, dan Pakistan atau Turki bisa menjadi lokasi perundingan untuk meredakan perang di kawasan Teluk.
Namun, Teheran sejauh ini secara terbuka membantah mereka akan bernegosiasi dengan pemerintahan Donald Trump.
Pasar global sebelumnya menyambut positif laporan yang menyebut AS sedang mengupayakan gencatan senjata. Investor berharap ada terobosan yang dapat membantu memulihkan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz yang krusial. Harga minyak pun anjlok hampir 4 persen.
"Pasar melihat ada semacam jalur menuju deeskalasi perang. Seberapa cepat ini bisa terwujud, bagian perdamaian dari situasi ini? Apakah ini benar-benar perkembangan yang kredibel atau hanya sekadar kebisingan berita yang terus berubah?" kata Chief Investment Officer di Bogart Wealth, Aleks Spencer.
Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 naik 1,5 persen ke level tertinggi dalam dua pekan.
Saham Arm yang diperdagangkan di AS melonjak 15 persen setelah perusahaan tersebut meluncurkan chip pusat data AI baru yang diperkirakan menghasilkan pendapatan miliaran dolar.
Produsen chip lainnya juga ikut menguat, dengan saham Intel dan Marvell Technology masing-masing naik hampir 5 persen, sementara Nvidia naik 2,5 persen. Indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) bertambah 1,3 persen.
Indeks consumer discretionary S&P 500 naik 2 persen, dipimpin oleh operator kapal pesiar Norwegian Cruise Line yang melonjak 4,3 persen, sementara Carnival Corp dan Royal Caribbean masing-masing naik lebih dari 2,5 persen.
Perusahaan-perusahaan antariksa lainnya juga naik, dengan Rocket Lab dan Intuitive Machines masing-masing bertambah 6,6 persen dan 9,2 persen. Saham EchoStar juga naik 8,1 persen.
Sebelumnya, lonjakan harga minyak yang dipicu konflik AS-Israel versus Iran memicu kekhawatiran inflasi, sehingga memperumit prospek suku bunga bank-bank sentral.
(NIA DEVIYANA)