Dia mengatakan lonjakan harga energi dan belum adanya kepastian akhir konflik membuat investor bersikap hati-hati.
"Harga minyak serta ketidakpastian mengenai kapan perang akan berakhir menjadi faktor yang menekan pasar. Berdasarkan fakta yang kita ketahui sejauh ini, belum ada tanda-tanda perang akan segera berakhir dan itulah masalah bagi investor,” katanya dikutip dari AFP.
Sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, pasokan minyak global tertekan karena Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman energi dunia hampir sepenuhnya tertutup.
Sekitar seperlima pasokan energi global melewati jalur tersebut. Iran juga mengancam kapal yang mencoba melintasi kawasan itu, sementara konflik turut memicu serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah.
(Rahmat Fiansyah)