sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Turun, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Investor

Market news editor Rahmat Fiansyah
12/03/2026 22:35 WIB
Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street dibuka melemah pada Kamis (12/3/2026), seiring lonjakan harga minyak.
Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street dibuka melemah pada Kamis (12/3/2026), seiring lonjakan harga minyak. (Foto: AP)
Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street dibuka melemah pada Kamis (12/3/2026), seiring lonjakan harga minyak. (Foto: AP)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street dibuka melemah pada Kamis (12/3/2026), seiring lonjakan harga minyak imbas perang AS-Israel melawan Iran memicu kekhawatiran investor.

Pada awal perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,1 persen menjadi 46.879,09. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 1,0 persen ke level 6.706,10 dan Nasdaq Composite turun 1,3 persen menjadi 22.426,80.

Lonjakan harga minyak menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar. Harga minyak sempat menembus ambang psikologis USD100 per barel pada Kamis sebelum kembali mendekati level tersebut saat pasar AS dibuka.

Minyak mentah Brent tercatat naik 7,9 persen menjadi USD99,23 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) melonjak 8,1 persen menjadi USD94,33 per barel.

Analis 50 Park Investments, Adam Sarhan menilai, kenaikan harga minyak dan ketidakpastian terkait durasi perang menjadi faktor yang membebani pasar saham global.

Dia mengatakan lonjakan harga energi dan belum adanya kepastian akhir konflik membuat investor bersikap hati-hati.

"Harga minyak serta ketidakpastian mengenai kapan perang akan berakhir menjadi faktor yang menekan pasar. Berdasarkan fakta yang kita ketahui sejauh ini, belum ada tanda-tanda perang akan segera berakhir dan itulah masalah bagi investor,” katanya dikutip dari AFP.

Sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, pasokan minyak global tertekan karena Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman energi dunia hampir sepenuhnya tertutup.

Sekitar seperlima pasokan energi global melewati jalur tersebut. Iran juga mengancam kapal yang mencoba melintasi kawasan itu, sementara konflik turut memicu serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement