IDXChannel - Laba BP meningkat lebih dari dua kali lipat pada kuartal I-2026, menyusul lonjakan harga minyak akibat perang di Iran.
Dilansir dari BBC pada Selasa (28/4/2026), raksasa energi ini melaporkan laba sebesar USD3,2 miliar atau sekitar Rp55 triliun pada Januari-Maret.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dari perkiraan para analis, dan dua kali lipat lebih besar dibandingkan USD1,38 miliar yang dilaporkan pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Hasil ini adalah yang pertama di bawah kepemimpinan kepala eksekutif baru Meg O'Neill, yang mengambil alih jabatan pada awal April ketika pendahulunya, Murray Auchincloss, meninggalkan jabatannya setelah kurang dari dua tahun menjabat.
Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang dimulai pada 28 Februari, telah menyebabkan lonjakan harga minyak.