sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bantah Dana Negara Tersisa Rp120 Triliun, Ini Penjelasan Wamenkeu

Economics editor Anggie Ariesta
27/04/2026 16:41 WIB
Untuk menjaga agar defisit anggaran tidak melampaui batas aman 3 persen, pemerintah melakukan strategi refocusing atau penajaman program prioritas.
Bantah Dana Negara Tersisa Rp120 Triliun, Ini Penjelasan Wamenkeu (Foto: iNews Media Group)
Bantah Dana Negara Tersisa Rp120 Triliun, Ini Penjelasan Wamenkeu (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menepis kekhawatiran publik mengenai ketersediaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang hanya Rp120 triliun.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menyebut, realisasi belanja pada kuartal I-2026 tumbuh tinggi, yakni mencapai 31,4 persen secara tahunan (year on year).

Dari sisi pendapatan, penerimaan pajak tumbuh 20,7 persen, sementara pendapatan negara secara keseluruhan naik 10,5 persen. Dengan komposisi tersebut, defisit anggaran hingga akhir Maret tercatat berada di level 0,93 persen.

"Ini kok semua khawatir sehingga angka-angka yang keluar dari pengamat itu juga kok tidak tepat, katanya SAL-nya hanya Rp120 triliun. Ini yang mungkin saya perlu jelaskan disini. Baseline APBN adalah yang dirancang untuk 2026," ujar Juda dalam diskusi National Policy Dialogue dan Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI), Senin (27/4/2026).

Meski demikian, tantangan muncul dari memanasnya konflik di Timur Tengah yang mengerek harga minyak mentah (Indonesian Crude Price/ICP). Dari asumsi awal APBN sebesar USD70 per barel, harga kini bertengger di kisaran USD100 per barel.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement