Pemerintah pun memastikan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir demi menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi.
"Harga BBM yang disubsidi tidak naik, harganya tetap. Tentu saja kalau harga tetap, harga keekonomiannya naik, tentu saja subsidinya membengkak. Subsidinya membengkak sehingga kalau didiamkan, maka tentu saja defisit kita bisa di atas 3 persen kalau didiamkan," tutur Juda.
Untuk menjaga agar defisit anggaran tidak melampaui batas aman 3 persen, pemerintah melakukan strategi refocusing atau penajaman program prioritas. Salah satu efisiensi besar dilakukan pada program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Juda menjelaskan, penghapusan pemberian makan pada hari Sabtu dan masa libur sekolah dapat memberikan penghematan fiskal yang sangat signifikan tanpa mengurangi kualitas gizi bagi siswa di hari sekolah.
"MBG misalnya, yang dulunya Sabtu diberikan makan siang gratis, sekarang dia dihilangkan. Satu hari itu bisa mirip Rp1 triliun. Lima hari dalam seminggu, empat kali dalam sebulan itu bisa mengirit atau menghemat Rp4 triliun. Setahun tentu saja lebih dari Rp50 triliun kita bisa menghemat. Jadi hal-hal semacam itu," katanya.