Tak lama setelah penutupan pasar saham, Trump mengunggah di media sosial bahwa, sesuai permintaan pemerintah Iran, ia memperpanjang penangguhan serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari. "Pembicaraan sedang berlangsung," tuturnya.
Pasar pun terus menunjukkan pola perdagangan naik turun, karena investor membuat keputusan perdagangan berdasarkan berita tentang konflik tersebut. Meskipun pelaku pasar sebagian besar berharap akan berakhirnya konflik, pesan yang beragam telah membebani sentimen.
Pergerakan pasar mencerminkan betapa sensitifnya investor terhadap berita harian seputar konflik Iran. Dengan sinyal yang berubah-ubah mengenai apakah resolusi dapat dicapai, pasar diperdagangkan dengan keyakinan yang terbatas.
"Resolusi yang cepat kemungkinan akan menyebabkan reli yang kuat, meskipun awalnya emosional," kata Keith Lerner, Kepala investasi dan kepala strategi pasar di Truist, kepada Investing.com.
"Sebaliknya, konflik yang berkepanjangan atau eskalasi dapat terus menekan pasar, terutama jika harga energi naik secara berkelanjutan, seperti WTI di atas USD100, atau jika suku bunga jangka panjang naik secara signifikan. Bahkan, kenaikan sekitar 10 basis poin pada imbal hasil obligasi pemerintah membebani pasar saham hari ini," katanya.