sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Lebih Tinggi, Sektor Teknologi Lanjutkan Penguatan

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
26/02/2026 06:26 WIB
Wall Street ditutup lebih tinggi pada hari Rabu, Nvidia menguat menjelang pengumuman hasil kuartalan usai penutupan pasar.
Wall Street Ditutup Lebih Tinggi, Sektor Teknologi Lanjutkan Penguatan (FOTO:iNews Media Group)
Wall Street Ditutup Lebih Tinggi, Sektor Teknologi Lanjutkan Penguatan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Wall Street ditutup lebih tinggi pada hari Rabu, Nvidia menguat menjelang pengumuman hasil kuartalan usai penutupan pasar. 

Sektor teknologi pun memperpanjang pemulihannya setelah aksi jual tajam pada hari Senin. Dilansir dari laman Investing Kamis (26/2/2026), Indeks acuan S&P 500 naik 0,8 persen menjadi 6.947,98 poin, NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi naik 1,3 persen menjadi 23.152,08 poin, dan Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip bertambah 0,6 persen menjadi 49.482,27 poin.

Indeks utama di Wall Street naik pada sesi sebelumnya, karena kekhawatiran tentang disrupsi kecerdasan buatan (AI) di beberapa industri telah mereda.

"Investor menyambut baik kebangkitan sektor teknologi selama dua hari untuk mendorong pasar lebih tinggi, " kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management, kepada Investing.com.

Sentimen mendapat dorongan pada hari Selasa setelah Meta Platforms (NASDAQ:META) mengumumkan kesepakatan multi-tahun dengan Advanced Micro Devices (NASDAQ:AMD).

Anthropic yang merinci serangkaian kemitraan juga membantu meredakan beberapa kekhawatiran seputar disrupsi terhadap saham perangkat lunak dan data dari model terbaru perusahaan rintisan AI.

Namun, optimisme ini akan diuji dengan Nvidia (NASDAQ:NVDA), sebab perusahaan paling ini akan melaporkan hasil terbarunya setelah penutupan pasar.  

"Bukan hanya investor Nvidia yang akan merasa cemas menjelang pengumuman hasil perusahaan. Namun seluruh pasar ekuitas global mungkin berada dalam kondisi tegang, mengingat pentingnya perdagangan AI," kata Laurence Booth, kepala pasar global di CMC Markets.

Produsen chip tersebut telah melampaui perkiraan penjualan selama 13 kuartal berturut-turut. Oleh karena itu, besarnya peningkatan diharapkan akan menjadi perhatian investor. 

Diperkirakan laba meningkat 62 persen pada kuartal yang berakhir Januari, dan pendapatan akan melonjak 68 persen, menurut data LSEG.

"Selama tiga tahun terakhir, Nvidia telah memimpin Mag 7, perdagangan teknologi secara keseluruhan, dan perdagangan AI," kata Dollarhide dari Longbow Asset Management.

Di sisi lain, hasil dari perusahaan seperti Salesforce (NYSE:CRM) dan Snowflake (NYSE:SNOW) juga akan dirilis setelah penutupan pasar. Saham MercadoLibre (NASDAQ:MELI) yang terdaftar di AS merosot sekitar 8 persen. Raksasa e-commerce Amerika Latin ini mencatatkan penurunan tajam dalam laba kuartalan karena investasi kredit dan logistik.

Di luar sektor korporasi, ketidakpastian seputar nasib tarif Presiden Donald Trump tetap ada, setelah ia memberlakukan bea masuk global, sementara 10 persen menyusul keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan apa yang disebutnya sebagai pungutan "timbal balik".

Dalam pidato kenegaraan pada hari Selasa, Trump mengatakan "semuanya berjalan dengan baik" dengan agenda tarifnya. Dia juga menyebut bahwa putusan Mahkamah Agung "sangat disayangkan."

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement