IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakini pengungkapan data kepemilikan saham terkonsentrasi atau high shareholder concentration (HSC) dapat mengembalikan kepercayaan investor.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, praktik tersebut lazim dilakukan oleh beberapa bursa saham global, seperti Hong Kong untuk meningkatkan aspek transparansi pasar modal.
Pengungkapan data ini diharapkan mampu memberikan informasi yang luas kepada investor sebelum mengambil keputusan investasinya.
"Jadi yang saya ingin sampaikan, ini adalah international best practices yang memberikan informasi yang lebih kaya kepada investor kita," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (10/4/2026).
Nyoman mengaku telah bertemu dengan sembilan perusahaan yang masuk daftar kepemilikan saham terkonsentrasi. Emiten-emiten bisa berbenah dengan melakukan aksi korporasi maupun lainnya, yang memberikan kesempatan kepada investor menjadi pemegang saham.