IDXChannel - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), atau Bank BCA, telah merilis capaian kinerjanya di 2025 lalu, dengan realisasi pendapatan operasional sebesar Rp111,1 triliun, atau tumbuh 5,4 persen dibanding capaian pada periode sama tahun sebelumnya.
Dari capaian pendapatan tersebut, BBCA berhasil menyisihkan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun, atau meningkat 4,9 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Meski begitu, anomali terjadi ketika harga saham BBCA di bursa domestik justru terus merosot, seiring dengan massifnya aksi jual oleh sejumlah investor asing.
"Karena itu, proyeksinya (untuk saham BBCA) ke depan bakal kembali menguat, seiring dengan fundamental yang kuat, terutama dari sisi kinerja keuangan yang terus tumbuh berkelanjutan," ujar Pengamat Pasar Modal, Rendy Yefta, dalam keterangan resminya, Jumat(10/4/2026).
Sejak awal 2026, harga saham BBCA memang mengalami penurunan hingga 19 persen hingga 7 April 2026 lalu. Tren pelemahan tersebut sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga mengalami hal serupa, dengan pelemahan mencapai 15,79 persen (year to date/YtD).