IDXChannel - Wall Street ditutup lebih rendah pada hari Senin (13/7/2026), karena tertekan oleh kombinasi penurunan saham teknologi usai penurunan tajam di pasar Korea Selatan, dan berlanjutnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.
Dilansir dari laman investing Selasa (14/7/2026), Indeks S&P 500 turun 0,8 persen menjadi 7.516,68 poin dan NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 1,6 persen menjadi 25.873,18 poin. Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip turun 0,3 persen menjadi 52.498,82 poin.
Trump Kembali Blokade Iran
Situasi di Timur Tengah kembali memburuk selama akhir pekan, karena ketegangan meningkat tajam setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan baru.
Ketegangan terbesar dalam pertempuran antara Washington dan Teheran sejak mereka menandatangani kesepakatan perdamaian pada pertengahan Juni, telah menyebabkan runtuhnya gencatan senjata antara kedua pihak.
Akibatnya, risiko geopolitik muncul kembali, sehingga membuat harga minyak melonjak pada pekan lalu hingga sekarang. "Selat Hormuz TERBUKA dan akan tetap TERBUKA dengan atau tanpa Iran. Kami memberlakukan kembali BLOKADE IRAN. Semua negara lain akan memiliki penggunaan Selat yang adil dan terbuka," kata Presiden Donald Trump di layanan Truth Social-nya.
"Mulai saat ini, Amerika Serikat akan dikenal sebagai PENJAGA SELAT HORMUZ. Tetapi demi KEADILAN, akan menerima penggantian biaya sebesar 20 persen dari seluruh kargo yang dikirim untuk semua biaya yang diperlukan dalam menjalankan tugas menyediakan keselamatan dan keamanan di wilayah yang sangat rawan konflik ini. Proses dan pembentukan akan segera dimulai," kata pemimpin AS itu.
Komentar Trump muncul setelah media pemerintah Iran pada hari Minggu mengatakan negara itu telah menutup selat tersebut hingga stabilitas dipulihkan dan AS tidak lagi ikut campur dalam pengelolaannya.
Iran telah berulang kali mengatakan bahwa kapal-kapal yang mencoba melintasi jalur air vital tersebut harus mengikuti rute yang disetujui oleh angkatan lautnya. Bahkan, Iran telah menolak rute lain, termasuk koridor terpisah yang didirikan oleh Oman dan Organisasi Maritim Internasional.
Iran juga telah menyerang kapal-kapal yang melintasi rute lain, termasuk koridor selatan di lepas pantai Oman.
Pengendalian atas selat tersebut telah muncul sebagai titik konflik utama antara Washington dan Teheran. Komando Pusat AS pada hari Minggu mengatakan telah menyelesaikan empat putaran serangan dalam seminggu terhadap Iran sebagai balasan atas serangannya terhadap kapal-kapal komersial, sambil berulang kali menegaskan bahwa jalur sempit tersebut tetap terbuka.
Di sisi lain, harga minyak telah merosot ke level sebelum perang pada akhir bulan lalu setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai yang menyebabkan pembukaan kembali selat tersebut. Namun, babak pertempuran baru telah menyebabkan penurunan penyeberangan dan kembali memicu kekhawatiran inflasi.
Menurut data Kpler, penyeberangan kapal yang dikonfirmasi melalui selat tersebut menurun sekitar 52 persen dari Jumat hingga Minggu.
(kunthi fahmar sandy)