sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Melemah, Pasar Mulai Bersikap Hati-Hati usai Cetak Rekor

Market news editor Rahmat Fiansyah
07/08/2026 06:10 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (6/8/2026) waktu setempat setelah reli kuat di awal pekan.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (6/8/2026) waktu setempat setelah reli kuat di awal pekan. (Foto: Dok. Reuters)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (6/8/2026) waktu setempat setelah reli kuat di awal pekan. (Foto: Dok. Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (6/8/2026) waktu setempat setelah reli kuat di awal pekan. Investor mencermati perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, sekaligus mencerna laporan keuangan emiten yang masih mendominasi sentimen pasar.

Optimisme terhadap potensi berakhirnya konflik di Timur Tengah serta musim laporan keuangan yang solid sebelumnya sempat mendorong indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi. Namun, pelaku pasar memilih mengambil sikap hati-hati menjelang rilis data tenaga kerja AS yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve).

Kepala Perdagangan SummitTX Capital, Robert Bernstone mengatakan, pasar mulai menunjukkan respons yang lebih terbatas terhadap perkembangan geopolitik, termasuk isu Iran. 

"Ada sedikit kelelahan terhadap berita utama, khususnya terkait Iran. Pasar ingin melihat detail nyata dari setiap perkembangan yang muncul," ujarnya dikutip dari Reuters, Jumat (7/8/2026).

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 464,02 poin atau 0,85 persen ke level 53.885,10. Sementara itu, S&P 500 melemah 13,52 poin atau 0,18 persen menjadi 7.710,03 dan Nasdaq Composite terkoreksi 15,09 poin atau 0,06 persen ke posisi 26.348,35.

Di pasar komoditas, harga minyak kembali menguat setelah media Iran melaporkan parlemen negara tersebut tengah membahas rancangan aturan yang berpotensi membatasi kapal-kapal AS, Israel, dan negara lain yang dianggap bermusuhan melintasi Selat Hormuz. Minyak mentah AS ditutup naik 2,75 persen menjadi USD77,29 per barel, sedangkan Brent melonjak 3,83 persen ke USD82,49 per barel.

Dari sisi emiten, saham sektor teknologi menjadi pemberat utama. AppLovin anjlok 19,7 persen setelah pendapatan kuartalannya di bawah ekspektasi analis, sedangkan Datadog merosot 19 persen usai memperkirakan pertumbuhan pendapatan akan melambat pada kuartal III. Selain itu, Western Digital jatuh 13 persen dan Sandisk turun 6,8 persen setelah merilis laporan keuangan.

Meski demikian, musim laporan keuangan secara keseluruhan masih menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data LSEG, sebanyak 84,8 persen dari 382 emiten anggota S&P 500 yang telah melaporkan kinerja hingga Rabu pagi berhasil melampaui ekspektasi analis, jauh di atas rata-rata historis sebesar 68 persen sejak 1994.

Di sisi lain, saham SpaceX ditutup melonjak 6,1 persen setelah berhasil berbalik arah dari pelemahan di awal sesi. Kenaikan tersebut terjadi meski periode lock-up investor awal telah berakhir, yang sebelumnya diperkirakan akan memicu tekanan jual.

Sementara itu, jumlah klaim tunjangan pengangguran di AS meningkat tipis pada pekan lalu. Data tersebut menjadi perhatian investor menjelang rilis laporan nonfarm payrolls Juli pada Jumat (7/8/2026), yang diperkirakan menjadi penentu arah ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement