IDXChannel - Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada Rabu (19/8/2026), didorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang meningkatkan minat terhadap aset berisiko. Penguatan juga ditopang reli saham produsen vaksin Moderna yang mendorong kenaikan sektor kesehatan.
Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 119,65 poin atau 0,22 persen menjadi 53.463,05. S&P 500 menguat 16,22 poin atau 0,21 persen menjadi 7.707,98, sedangkan Nasdaq Composite naik 41,38 poin atau 0,16 persen menjadi 26.331,09.
Investor nyaris tidak bereaksi terhadap risalah rapat Federal Reserve (The Fed) yang menunjukkan semakin besarnya kekhawatiran terhadap inflasi, dengan beberapa pejabat The Fed siap menaikkan suku bunga. Banyak pejabat mengatakan kenaikan suku bunga diperlukan jika inflasi tidak turun menuju target bank sentral AS sebesar 2 persen.
Sehari setelah imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007, imbal hasil tersebut turun pada Rabu, diikuti penurunan imbal hasil Treasury tenor 10 tahun. Pergerakan itu terjadi setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan ukuran operasi pembelian kembali obligasi (buyback) untuk surat utang bertenor panjang.
Kekhawatiran terhadap membengkaknya utang pemerintah dan meningkatnya inflasi sempat mendorong imbal hasil obligasi global ke level tertinggi dalam beberapa dekade pada Selasa. Kenaikan suku bunga tersebut berpotensi menekan investasi di sektor AI, mengingat perusahaan teknologi menerbitkan utang dan saham serta menggunakan kas internal untuk membiayai pembangunan pusat data guna mendukung pengembangan kecerdasan buatan.