“Kami belum melihat resolusi, tetapi investor tidak ingin melewatkan momentum rebound,” ujarnya dikutip dari Reuters.
Dari sisi makro, data inflasi turut memberi dorongan setelah harga produsen AS pada Maret naik lebih rendah dari ekspektasi, terutama karena biaya jasa yang stagnan.
“Pasar mulai menjauh dari skenario terburuk dan investor kini memanfaatkan momentum beli saat harga turun,” kata Kepala Strategis Pasar Ameriprise, Anthony Saglimben.
Secara rinci, S&P 500 naik 81,14 poin atau 1,18 persen ke level 6.967,38. Nasdaq melonjak 455,35 poin atau 1,96 persen ke 23.639,08, mencatat kenaikan harian ke-10 berturut-turut. Sementara Dow Jones menguat 317,74 poin atau 0,66 persen ke 48.535,99.
Dari sisi sektoral, saham energi turun 2,2 persen seiring penurunan harga minyak. Sebaliknya, sektor teknologi menguat, dengan saham perangkat lunak naik 1,6 persen dan indeks semikonduktor Philadelphia naik 2 persen, mencetak rekor penutupan baru.