sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Menguat usai AS-Iran Tandatangani Kesepakatan Damai

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
19/06/2026 06:34 WIB
Wall Street ditutup melonjak pada hari Kamis (19/6/2026), karena dipengaruhi beberapa sentimen setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan perdamaian awal.
Wall Street Ditutup Menguat usai AS-Iran Tandatangani Kesepakatan Damai (FOTO:Dok Laman Investing)
Wall Street Ditutup Menguat usai AS-Iran Tandatangani Kesepakatan Damai (FOTO:Dok Laman Investing)

IDXChannel - Wall Street ditutup melonjak pada hari Kamis (19/6/2026), karena dipengaruhi beberapa sentimen setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan perdamaian sementara untuk mengakhiri operasi militer di semua lini dan segera membuka kembali Selat Hormuz. 

Dilansir dari laman Investing Jumat (19/6/2026), kesepakatan awal tersebut akan memulai periode negosiasi selama dua bulan untuk mencapai kesepakatan akhir.

Sebelumnya, beberapa saham merosot pada sesi sebelumnya usai Federal Reserve memproyeksikan setidaknya ada satu kenaikan suku bunga seperempat poin tahun ini. Ketua baru The Fed Kevin Warsh juga mengumumkan tinjauan menyeluruh terhadap praktik bank sentral.

Indeks acuan S&P 500 melonjak 1,1 persen menjadi 7.497,86 poin, sementara NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 1,9 persen menjadi 26.517,93 poin. Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham unggulan naik 0,1 persen menjadi 51.565,26 poin.

Pasar saham akan tutup pada hari Jumat untuk libur Juneteenth. Sepanjang minggu ini, S&P naik 0,9 persen, Nasdaq naik 2,4 persen, dan Dow naik 0,7 persen.

"Investor tampaknya telah menerima kenyataan bahwa pemimpin baru Federal Reserve memimpin pertemuan FOMC yang sangat agresif, yang hasilnya menunjukkan bahwa kemungkinan langkah kebijakan selanjutnya adalah menaikkan suku bunga atau mempertahankannya tetap stabil untuk masa mendatang," kata Mark Luschini, Kepala Strategi Investasi di Janney Montgomery Scott, kepada Investing.com.

Sementara itu, penandatanganan (kesepakatan damai) yang memungkinkan kapal untuk melanjutkan arus melalui selat tersebut semakin menurunkan harga minyak dan meningkatkan kepercayaan bahwa beberapa solusi permanen untuk perang dengan Iran kemungkinan sudah berakhir.

"Kembalinya reli harga saham, yang telah menjadi jalur termudah selama dua bulan terakhir, dibangun di atas pertumbuhan laba yang sangat kuat yang kini diperkuat oleh dorongan penurunan harga energi yang berpotensi mengurangi bias kenaikan biaya dan inflasi," kata Luschini.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement