Ketentuan utama perjanjian tersebut mencakup gencatan senjata segera di semua front, jaminan kebebasan navigasi di Teluk dan Selat Hormuz, dan dimulainya negosiasi mengenai isu-isu yang belum terselesaikan dalam waktu satu minggu, kata ILNA, mengutip Al Arabiya.
Harga minyak dengan cepat kehilangan keuntungan usai laporan ILNA. Tercatat harga minyak mentah Brent berjangka, patokan minyak global, terakhir turun 0,7 persen menjadi USD104,33 per barel.
Harapan akan penyelesaian konflik Timur
Tengah sebelumnya terpukul setelah Reuters melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei telah mengeluarkan arahan agar uranium Iran yang hampir mencapai tingkat senjata nuklir tidak dikirim ke luar negeri.
Langkah ini mengisyaratkan pengerasan sikap Iran terhadap salah satu poin penting dalam negosiasi dengan AS, karena Presiden Donald Trump telah berulang kali mengatakan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Namun, Al Jazeera mengatakan Teheran membantah laporan tentang perintah Khamenei. Bahkan, ads yang menyebut laporan tersebut bersifar "propaganda oleh musuh-musuh kesepakatan."