IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Senin (16/3/2026), didorong lonjakan saham-saham terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sentimen positif juga datang dari turunnya harga minyak di tengah konflik Timur Tengah.
Saham Meta Platforms melonjak setelah laporan menyebut perusahaan media sosial tersebut berencana memangkas setidaknya 20 persen tenaga kerja. Langkah ini dilakukan untuk menekan biaya sekaligus mendukung investasi besar dalam infrastruktur AI.
Saham Nvidia juga menguat setelah CEO Jensen Huang mengumumkan komponen baru dalam konferensi pengembang tahunan perusahaan. Sementara itu, perusahaan teknologi asal Taiwan Foxconn yang memproduksi server AI berbasis chip Nvidia memproyeksikan pertumbuhan pendapatan kuartalan yang kuat.
Penguatan juga terjadi pada saham Tesla setelah CEO Elon Musk menyatakan proyek Terafab untuk memproduksi chip AI akan diluncurkan dalam tujuh hari. Selain itu, saham Micron Technology melonjak setelah perusahaan memori tersebut mengumumkan rencana pembangunan fasilitas manufaktur kedua di Taiwan.
Di sisi lain, harga minyak mentah turun tipis setelah pemerintah AS menyatakan tidak keberatan dengan pergerakan sejumlah kapal Iran, India, dan China melalui Selat Hormuz. Kondisi ini dinilai memberi sedikit ketenangan bagi pasar global.