sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Stagnan di Tengah Sikap Hawkish The Fed dan Yield Obligasi AS

Market news editor Febrina Ratna Iskana
25/09/2026 06:40 WIB
Wall Street sempat merosot akibat tiga tekanan sekaligus, yaitu lonjakan harga minyak, kenaikan imbal hasil obligasi AS, dan sikap hawkish The Fed.
Wall Street Ditutup Stagnan di Tengah Sikap Hawkish The Fed dan Yield Obligasi AS. (Foto: AP Photo)
Wall Street Ditutup Stagnan di Tengah Sikap Hawkish The Fed dan Yield Obligasi AS. (Foto: AP Photo)

Sementara itu, pasar obligasi juga mengalami perdagangan yang tidak stabil, dengan aksi jual besar-besaran yang sebagian besar masih berlanjut. Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun terakhir tercatat naik 9,3 basis poin menjadi 5,209 persen, bertahan di level yang belum pernah terlihat sejak Juli 2007.

"Pasar sedang bergulat dengan tiga hambatan makro sekaligus: harga minyak yang lebih tinggi, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, dan sikap The Fed yang lebih *hawkish*. Salah satu dari faktor tersebut mungkin masih bisa diatasi. Namun, ketiga faktor yang terjadi secara bersamaan dapat menekan valuasi saham," ujar kepala strategi dan mitra di BakerAvenue Wealth Management, King Lip, kepada Investing.com dikutip Jumat (25/9/2026).

Lebih lanjut, dia mengatakan masalah terbesar bagi pasar saham saat ini bukanlah semata-mata karena imbal hasil yang tinggi, melainkan karena imbal hasil tersebut masih terus bergerak naik. Pasar bisa beradaptasi dengan imbal hasil 5 persen untuk obligasi tenor 10 tahun. Namun, jauh lebih sulit untuk menentukan harga saham ketika investor tidak tahu apakah angka 5 persen itu merupakan tujuan akhir atau sekadar titik singgah dalam perjalanan kenaikan tersebut.

Dia juga menilai harga minyak mungkin sebenarnya merupakan variabel terpenting. Penurunan harga minyak mentah yang berkelanjutan dapat mengatasi beberapa masalah sekaligus: meredakan kekhawatiran inflasi, mengurangi tekanan pada imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury), dan memberi ruang lebih bagi The Fed untuk bersikap sabar.

“Itulah sebabnya setiap berita utama yang mengisyaratkan kemajuan antara AS dan Iran dapat menggerakkan pasar saham dengan begitu cepat," tambah Lip.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement