sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Kebakaran Saat Harga Minyak Sentuh USD112 per Barel

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
19/03/2026 22:06 WIB
Indeks utama Wall Street anjlok pada pembukaan perdagangan Kamis (19/3/2026) waktu setempat.
Wall Street Kebakaran Saat Harga Minyak Sentuh USD112 per Barel. (Foto Istimewa)
Wall Street Kebakaran Saat Harga Minyak Sentuh USD112 per Barel. (Foto Istimewa)

The Fed mempertahankan suku bunga pada Rabu dan Ketua Jerome Powell mengisyaratkan inflasi yang lebih tinggi di masa mendatang. Menurutnya, masih terlalu dini untuk mengukur dampak perang terhadap perekonomian dan tetap pada perkiraan sebelumnya tentang satu kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini.

"Harga minyak kini tidak hanya mendorong harga saham, tetapi juga kebijakan Federal Reserve, dan meskipun ini mungkin fenomena jangka pendek, inilah yang sedang dihadapi pasar saat ini," kata Kepala Investasi di Montis Financial, Dennis Follmer dalam sebuah catatan.

Delapan dari 11 indeks sektor S&P 500 berada di zona merah, dengan sektor material memimpin penurunan dengan penurunan 2,2 persen. Harga logam mulia turun, dengan perusahaan pertambangan Newmont dan Freeport-McMoRan masing-masing anjlok 8,7 persen dan 7,5 persen.

Saham-saham sektor perjalanan yang sensitif terhadap harga energi, seperti Delta Air dan United turun lebih dari 1 persen, sementara saham-saham perusahaan pelayaran seperti Norwegian dan Carnival melemah 0,5 persen.

Indeks S&P 500 mencatatkan 11 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 17 rekor terendah baru, sementara Indeks Komposit Nasdaq mencatatkan 18 rekor tertinggi baru dan 181 rekor terendah baru.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement