AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Wall Street Melemah, Investor Masih Menunggu Laporan Emiten dan Data Inflasi AS

MARKET NEWS
Tia Komalasari/IDXChannel
Selasa, 13 April 2021 06:37 WIB
Dow Jones turun 0,16 persen menuju 33.745,4, S&P 500 koreksi 0,02 persen menjadi 4.127,99, dan Nasdaq turun 0,36 persen ke level 13.850.
Wall street melemah akibat investor masih menunggu data inflasi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Setelah sepekan berada di zona hijau, Bursa saham wall street mengalami pelemahan, Senin (13/4/2021). Investor masih menunggu laporan pendapatan perusahaan dan inflasi AS yang akan diumumkan akhir pekan ini.

Pada penutupan perdagangan Senin (12/4/2021) waktu setempat, Dow Jones turun 0,16 persen menuju 33.745,4, S&P 500 koreksi 0,02 persen menjadi 4.127,99, dan Nasdaq turun 0,36 persen ke level 13.850.

Seperti diketahui, Indeks telah ditutup pada rekor tertinggi pada hari Jumat (9/4/2021). Data harga konsumen AS untuk Maret yang akan dipublikasikan Selasa ini, diperkirakan dapat mendorong imbal hasil Treasury lebih tinggi.  

 "Investor sekarang akan mencermati musim laba, karena ini adalah waktu di mana mereka mengharapkan bimbingan dari perusahaan, di mana valuasi mulai menjadi masalah lagi. Ada kegugupan yang akan kita lihat bahwa kita tidak bisa begitu saja membeli semuanya, karena itulah perdagangan selama beberapa bulan terakhir," kata Ed Moya, analis pasar senior di OANDA seperti dikutip dari Reuters, Selasa (13/4/2021). (TIA)

Pada Minggu (11/4/2021), Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa ekonomi AS berada pada "titik perubahan" dengan ekspektasi untuk pertumbuhan yang lebih cepat di bulan-bulan mendatang. Namun ia memperingatkan bahwa pembukaan kembali yang tergesa-gesa dapat menyebabkan peningkatan lanjutan dalam kasus virus korona. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD