sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Menguat, Dow Jones Ditutup Rekor Dipicu Meredanya Ketegangan AS-Iran

Market news editor Rahmat Fiansyah
04/08/2026 06:10 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan Agustus 2026 dengan penguatan signifikan, ditandai dengan rekor baru Dow Jones.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan Agustus 2026 dengan penguatan signifikan, ditandai dengan rekor baru Dow Jones. (Foto: AP)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan Agustus 2026 dengan penguatan signifikan, ditandai dengan rekor baru Dow Jones. (Foto: AP)

Sementara itu, sektor layanan komunikasi menjadi sektor dengan kinerja terbaik di indeks S&P 500 setelah naik 4,3 persen, ditopang penguatan saham Meta Platforms dan Alphabet. Sebaliknya, sektor energi turun 1,2 persen seiring pelemahan harga minyak.

Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones naik 693,38 poin atau 1,32 persen ke level 53.178,41. Indeks S&P 500 menguat 110,78 poin atau 1,48 persen menjadi 7.600,50, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 540,04 poin atau 2,13 persen ke posisi 25.913,90.

Saham Amazon melonjak 4,6 persen sehingga kapitalisasi pasarnya untuk pertama kali menembus USD3 triliun. Selain itu, saham SpaceX juga menguat 5,6 persen menjelang laporan keuangan kuartalan pertamanya sebagai perusahaan publik. Investor juga menantikan laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), seperti Advanced Micro Devices (AMD), SanDisk, dan Western Digital.

Di sisi lain, saham Bristol Myers Squibb naik tipis 0,2 persen setelah muncul laporan mengenai pembicaraan awal merger dengan AstraZeneca. Jika terealisasi, transaksi tersebut berpotensi membentuk salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia dengan valuasi mendekati USD400 miliar. Sebaliknya, saham Marriott International anjlok 7 persen setelah memproyeksikan laba kuartal III-2026 di bawah ekspektasi pasar.

Presiden Federal Reserve New York, John Williams, menyatakan optimistis tekanan inflasi akan mereda secara bertahap. Namun, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan bank sentral AS. Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang sebesar 64,5 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September mendatang. Investor juga menantikan serangkaian data ketenagakerjaan AS pekan ini yang berpuncak pada rilis laporan tenaga kerja pemerintah pada Jumat (7/8/2026).

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement