Senior Research Strategist Pepperstone, Michael Brown menilai, ekonomi AS berada dalam posisi yang relatif kuat untuk menghadapi tekanan tersebut.
Di mana status AS sebagai eksportir energi bersih serta kondisi konsumen yang solid sebelum konflik menjadi faktor penopang utama. Selain itu, kebijakan fiskal dari Presiden Donald Trump juga dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat.
“Pengembalian pajak yang akan dibayarkan tahun ini berpotensi mengompensasi kenaikan biaya energi, sehingga dapat meredam dampak negatif terhadap konsumsi,” ujar Brown.
Dia menambahkan, pemulihan pasar saham turut mendorong efek kekayaan (wealth effect), khususnya bagi kelompok berpendapatan tinggi, yang pada akhirnya menopang belanja konsumen.
Di sisi geopolitik, Trump mengindikasikan konflik dengan Iran berpotensi segera mereda. Dia menyebut kemungkinan tercapainya kesepakatan gencatan senjata permanen dalam waktu dekat, bahkan sebelum kunjungan Raja Inggris, King Charles, akhir bulan ini.
(DESI ANGRIANI)