“Ini mencerminkan semakin pentingnya instrumen ini di dalam ekosistem investasi global. Jadi, yang kita lakukan hari ini bukan sekadar menambah satu produk. Kita sedang memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan kita agar dapat bersaing dengan pasar modal regional maupun global,” kata dia.
Lebih jauh, mantan Asisten Gubernur BI Bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial ini menggarisbawahi bahwa momentum peluncuran ETF Emas memuat tiga pesan strategis dari pemerintah.
Di tengah ketidakpastian global, kinerja pasar modal nasional dinilai cukup solid. Sepanjang semester I-2026, penghimpunan dana di pasar modal berhasil menembus lebih dari Rp125 triliun dengan basis investor melampaui 28 juta SID.
Namun, Juda mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan tidak berpuas diri dan terus memperluas basis pemodal, menambah ragam instrumen, memperkuat likuiditas, serta memperkokoh tata kelola.
Pemerintah turut mendukung Peta Jalan Reformasi Integritas Pasar Modal yang diusung OJK dan BI untuk menciptakan pasar yang transparan dan akuntabel.