Peluncuran ETF Emas menjadi tonggak baru yang menghubungkan kegiatan usaha bank emas (bullion), yang telah diinisiasi sejak 2023, dengan ekosistem pasar modal. Integrasi ini diharapkan mampu mengubah karakteristik emas dari sekadar aset simpanan pasif menjadi instrumen finansial yang lebih produktif dan terhubung dengan pasar keuangan yang lebih luas.
“Pasar bullion akan dapat terus berkembang, pasar modal akan juga semakin dalam. Pada akhirnya masyarakat akan bisa memperoleh alternatif investasi yang semakin beragam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya dan meningkatkan kesejahteraannya,” kata Juda.
Mengingat ETF Emas berlandaskan aset fisik, Juda menekankan krusialnya faktor kepercayaan (trust) serta perlindungan investor.
“Pada akhirnya pasar hanya dapat bekerja bila ada trust. Trust adalah faktor paling fundamental di pasar keuangan,” kata dia.
Dengan demikian, Juda berharap dengan pengembangan produk ini harus terus diimbangi oleh pengawasan ketat, transparansi, dan akuntabilitas yang tinggi.