"Sebelumnya Mataf hanya dapat menampung sekitar 48 ribu jamaah, namun setelah renovasi kapasitasnya meningkat menjadi lebih dari 105 ribu jamaah. Bagi Waskita, proyek ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi, tetapi juga wujud komitmen menghadirkan infrastruktur yang memberi manfaat bagi masyarakat dunia, terutama di salah satu tempat paling suci bagi umat Islam," ujar Ermy dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, Waskita menggunakan metode formwork slab dan cantilever beam yang memungkinkan pekerjaan struktur beton dilakukan secara lebih presisi, efisien, serta hemat waktu dan biaya.
Sementara pada pekerjaan bekisting dinding dan balok, perseroan menggunakan kombinasi panel baja, triplek, dan kayu penyangga.
Mataf bukan satu-satunya proyek yang berhasil diselesaikan Waskita di Arab Saudi. Perseroan sebelumnya menggarap pembangunan King Saud Fitness College pada 2011 dengan nilai kontrak 16 juta riyal Saudi, serta proyek King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009 senilai 50 juta riyal Saudi.
Pada periode 2010-2012, Waskita juga terlibat dalam pembangunan King Abdullah Financial District (KAFD), kawasan bisnis modern yang mencakup gedung setinggi 31 lantai. Selain itu, perseroan turut mengerjakan proyek Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah.