IDXChannel - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) terlibat dalam sejumlah proyek konstruksi strategis di Timur Tengah, termasuk pembangunan area Mataf Ka'bah di Masjidil Haram, Arab Saudi.
Proyek tersebut merupakan bagian dari program perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) dengan nilai kontrak mencapai 59 juta riyal Saudi yang dikerjakan pada 2013 lalu.
Perluasan area Mataf dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jamaah yang melaksanakan tawaf sehingga ibadah dapat berlangsung lebih nyaman dan aman.
Memasuki musim haji 1447 H, Masjidil Haram kembali dipadati jutaan umat Muslim dari berbagai negara, termasuk sekitar 221 ribu jamaah asal Indonesia.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengatakan renovasi area Mataf berhasil meningkatkan kapasitas tampung secara signifikan.
"Sebelumnya Mataf hanya dapat menampung sekitar 48 ribu jamaah, namun setelah renovasi kapasitasnya meningkat menjadi lebih dari 105 ribu jamaah. Bagi Waskita, proyek ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi, tetapi juga wujud komitmen menghadirkan infrastruktur yang memberi manfaat bagi masyarakat dunia, terutama di salah satu tempat paling suci bagi umat Islam," ujar Ermy dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, Waskita menggunakan metode formwork slab dan cantilever beam yang memungkinkan pekerjaan struktur beton dilakukan secara lebih presisi, efisien, serta hemat waktu dan biaya.
Sementara pada pekerjaan bekisting dinding dan balok, perseroan menggunakan kombinasi panel baja, triplek, dan kayu penyangga.
Mataf bukan satu-satunya proyek yang berhasil diselesaikan Waskita di Arab Saudi. Perseroan sebelumnya menggarap pembangunan King Saud Fitness College pada 2011 dengan nilai kontrak 16 juta riyal Saudi, serta proyek King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009 senilai 50 juta riyal Saudi.
Pada periode 2010-2012, Waskita juga terlibat dalam pembangunan King Abdullah Financial District (KAFD), kawasan bisnis modern yang mencakup gedung setinggi 31 lantai. Selain itu, perseroan turut mengerjakan proyek Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah.
Menurut Ermy, rekam jejak tersebut memperkuat posisi Waskita sebagai kontraktor nasional yang memiliki pengalaman panjang dalam mengerjakan proyek-proyek berskala besar, baik di dalam maupun luar negeri.
"Pembangunan berbagai proyek di Arab Saudi memperkuat posisi Waskita sebagai perusahaan konstruksi yang selama 65 tahun telah berpengalaman mengerjakan lebih dari 100 proyek infrastruktur dalam satu dekade terakhir, mulai dari gedung pencakar langit, masjid, sekolah, infrastruktur konektivitas, bandara, hingga infrastruktur air," tuturnya.
Adapun perseroan berencana memperluas portofolio proyek internasional melalui kemitraan strategis serta partisipasi dalam tender proyek infrastruktur di Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainnya.
(DESI ANGRIANI)