Keberadaan BIL diyakini akan memperkuat operasional WBSA mengingat perusahaan afiliasi tersebut memiliki lebih dari 200 kapal tongkang yang tersebar di Indonesia. Selain itu, akuisisi BIL juga membuka diversifikasi ke sektor lain seperti pertambangan sekaligus memperkuat penetrasi pasar di luar Jawa.
Dalam laporan keuangan auditan, WBSA mencatat pendapatan neto sebesar Rp1,95 triliun sepanjang Januari-Juni 2026, meningkat 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp1,37 triliun.
Namun, beban pokok pendapatan melonjak lebih tinggi, sehingga membuat laba kotor turun sekitar 20 persen menjadi Rp139,7 miliar. Sementara laba bersih tersisa Rp1 miliar, turun tajam dibandingkan semester I-2025 yang mencapai Rp22,4 miliar.
(Rahmat Fiansyah)