sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

WBSA Raih Fasilitas Pinjaman Berjangka Rp75 Miliar untuk Beli Kapal

Market news editor Rahmat Fiansyah
15/09/2026 14:40 WIB
PT Beruang Maritim Indonesia (BMI) meraih fasilitas pinjaman berjangka senilai Rp75 miliar dari PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).
PT Beruang Maritim Indonesia (BMI) meraih fasilitas pinjaman berjangka senilai Rp75 miliar dari PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP). (Foto: Ist)
PT Beruang Maritim Indonesia (BMI) meraih fasilitas pinjaman berjangka senilai Rp75 miliar dari PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) melalui anak usahanya, PT Beruang Maritim Indonesia (BMI) meraih fasilitas pinjaman berjangka senilai Rp75 miliar dari PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).

"Tujuan fasilitas untuk pembelian kapal," kata Direktur Utama PT BSA Logistics Indonesia Tbk, Edwin Wibowo dalam keterbukaan informasi, Selasa (15/9/2026).

Fasilitas pinjaman berjangka itu memiliki tenor 60 bulan. Adapun jaminan yang diberikan berupa lima set kapal Tug Boat dan Barge ditambah jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh Tiga Beruang Kalifornia Pte Ltd selaku pemegang saham pengendali WBSA.

Perseroan gencar mengakuisisi armada dalam rangka mendorong pertumbuhan kinerja. Perusahaan yang baru IPO pada April 2026 itu juga telah menghabiskan lebih dari 80 persen dari total dana IPO.

WBSA memperoleh dana IPO bersih sebesar Rp292,68 miliair di mana 84,1 persen atau Rp254,4 miliar telah digunakan untuk mengakuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dan modal kerja. Sisanya 12,7 persen akan diserap paling lambat Desember 2026.

Keberadaan BIL diyakini akan memperkuat operasional WBSA mengingat perusahaan afiliasi tersebut memiliki lebih dari 200 kapal tongkang yang tersebar di Indonesia. Selain itu, akuisisi BIL juga membuka diversifikasi ke sektor lain seperti pertambangan sekaligus memperkuat penetrasi pasar di luar Jawa.

Dalam laporan keuangan auditan, WBSA mencatat pendapatan neto sebesar Rp1,95 triliun sepanjang Januari-Juni 2026, meningkat 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp1,37 triliun.

Namun, beban pokok pendapatan melonjak lebih tinggi, sehingga membuat laba kotor turun sekitar 20 persen menjadi Rp139,7 miliar. Sementara laba bersih tersisa Rp1 miliar, turun tajam dibandingkan semester I-2025 yang mencapai Rp22,4 miliar.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement