Penurunan DER tersebut menunjukkan posisi permodalan WIKA Beton semakin kuat dan ketergantungan terhadap pendanaan berbasis utang semakin berkurang. Sementara itu, kontribusi pendapatan perseroan berasal dari segmen produk putar sebesar 47,91 persen, produk nonputar 34,44 persen, konstruksi 13,27 persen, dan jasa 4,37 persen.
Memasuki semester II 2026, kata Harry, WIKA Beton akan terus melakukan transformasi dan inovasi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis. Berbagai inisiatif tersebut diarahkan untuk menciptakan nilai jangka panjang yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja finansial perseroan.
(Rahmat Fiansyah)