"Perbaikan di sisi kas operasi juga diperkuat dengan pemilihan proyek secara selektif berbasis pembayaran bulanan (monthly progress) yang telah mencapai 96 persen dari total kontrak berjalan, serta upaya percepatan penagihan piutang," ungkap Ngatemin, dalam keterangannya, dikutip Minggu (30/8/2026).
Seturut akselerasi penagihan tersebut, total piutang WIKA berhasil susut sebesar Rp2,07 triliun sepanjang kuartal II-2025 hingga kuartal II-2026. Penurunan piutang ini secara langsung memperkuat ketersediaan likuiditas perseroan dalam mendanai aktivitas usaha.
Dari sisi operasional, WIKA turut membukukan perbaikan margin keuntungan, di mana Gross Profit Margin (GPM) pada kuartal II-2026 terkerek naik menjadi 14,1 persen dibandingkan 8,1 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan margin laba kotor ini ditopang oleh aktivitas bisnis utama perseroan di sektor infrastruktur, bangunan gedung, serta Engineering, Procurement, Construction and Commissioning (EPCC).
Perbaikan kinerja operasional tersebut juga tecermin dari perolehan EBITDA operasi yang positif mencapai Rp769,01 miliar pada kuartal II-2026.