AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Wow! Raja Batu Bara Ini Borong Saham BYAN Senilai Rp2 Miliar

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Senin, 29 November 2021 14:22 WIB
Harga komoditas batu bara diprediksi mengalami lonjakan jelang akhir tahun membuat Dato Low Tuck Kwong menambah kepemilikan atas PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Harga komoditas batu bara diprediksi masih mengalami lonjakan jelang akhir tahun (Ilustrasi)
Harga komoditas batu bara diprediksi masih mengalami lonjakan jelang akhir tahun (Ilustrasi)

IDXChannel - Harga komoditas batu bara diprediksi masih mengalami lonjakan jelang akhir tahun membuat Dato Low Tuck Kwong menambah kepemilikan atas PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/11/2021), pria yang dijuluki Raja Batu Bara ini tercatat kembali membeli saham emiten berkode BYAN sebanyak 79.600 saham dengan harga saham rata-rata Rp26.191,68.

Dengan demikian, kini Dato Low Tuck Kwong mempunyai saham senilai Rp2.084.857.728 di BYAN. Transaksi dilakukan pada 23 -26 November 2021 dengan tujuan untuk investasi dan dengan status kepemilikan langsung.

Dengan tambahan tersebut, saham yang dimiliki Dato Low Tuck Kwong menjadi sebanyak 1.839.043.130 saham dari sebelumnya 1.838.963.530 saham atau dengan kepemilikan sebanyak 55,17% dari total saham BYAN.

Hingga akhir September 2021, BYAN membukukan pendapatan USD 1,74 miliar atau setara Rp 25,07 triliun (asumsi kurs Rp 14.337 per dolar AS) hingga kuartal III 2021. Pendapatan Bayan Resources tumbuh 74,34 persen dari periode sama tahun sebelumnya USD 1 miliar atau setara Rp 14,38 triliun.

Sementara itu, manajemen BYAN menargetkan produksi batu bara hingga 50 juta ton per tahun mulai 2022 seiring dengan selesainya proyek jalan angkutan (haul road) dan fasilitas pemuatan tongkang (barge loading) pada 2022. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD